Kamis, 29 Oktober 2009

Jasa Konsultasi Skripsi : Disyukuri atau Dikutuk ?

Masalah ilegal atau tidak juga diperdebatkan dalam hal pemberi jasa konsultasi skripsi, tesis, dan disertasi walaupun belum mencapai taraf yang merisaukan masyarakat.

Jasa konsultasi skripsi tumbuh bak jamur. Semula jasa semacam itu diberikan secara perseorangan dan diam - diam antara teman. Layanan meningkat menjadi jasa pemrosesan data statistik dengan program komputer. Kemudian meningkat menjadi jasa menginterpretasi dan menuliskan hasil. Lama kelamaan, jasa meningkat sampai memilihkan judul, menyediakan data, bahkan sampai membuatkan secara penuh suatu skripsi. Kegiatan antarteman meningkat menjadi kegiatan " profesional " yang berbentuk usaha yang mengiklankan di koran lokal. Usaha ini tentunya mempunyai modal dasar yaitu kumpulan skripsi yang mencakupi berbagai bidang studi dan topik. Jurnal ( kopian atau asli ), dan basis data. Mahasiswa tidak perlu mencari data yang diperlukan tinggal membeli data siap olah. Jadi keterampilan mengumpulkan data telah diambil alih oleh jasa ini. Di internet pun tersedia sarana untuk membeli skripsi atau tesis.

Bisnis ini ternyata mempunyai perpustakaan berupa ratusan skripsi, tesis dan disertasi. Tidak diketahui bagaimana penyedia jasa ini memperolehnya. Jasa yang diberikan antara lain sekadar memfotokopikan skripsi yang sesuai dengan topik sampai dengan membuatkan skripsi tersebut ( mengetikkan proposal, menyarankan jawaban atas pertanyaan pembimbing, merevisi sampai skripsi disetujui, menjilidkan, dan latihan ujian).

Fenomena ini merupakan tragedi pendidikan nasional kalau tidak dicermati atau dikendalikan. Nanti akan timbul jasa pembuatan pekerjaan rumah ( tugas sekolah lain ) yang semula ditangani oleh kakak atau ibu. Banyak les privat yang sebagian isinya adalah mengerjakan pekerjaan rumah. Apa yang seharusnya dikerjakan secara mandiri oleh murid sekarang diambil alih oleh pemberi les. Mungkin saja mahasiswa telah banyak mengalihkan tugas pekerjaan rumah atau lainnya ke pemberi jasa semacam ini. Ini potret buruk pendidikan dan mental bangsa.

Pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau yang berwenang sekalipun masih bergeming mengenai hal ini. Mungkin fenomena ini masih dianggap wajar sehingga mereka tidak perlu gegabah menangani masalah ini. Mereka tampaknya bersikap " wait and see ".



Pertanyaan diskusi :


a. Siapa sajakah pihak yang berkepentingan atau stakeholders ( pemegang pancang ) dalam kasus di atas ( baik eksplisit maupun implisit ) ?

Jawab :

1. Menteri Pendidikan Nasional
2. Mahasiswa
3. Jasa Konsultan Skripsi
4. Pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

b. Evaluasilah argumen tiap pihak yang terlibat dari prinsip atau teori hak ( right ), keadilan ( justice ), utilitarianisme ( utilitarianism ), egoisma ( egoism ), dan kelukaan ( harm ) ?
Jawab :
Argumen tiap pihak :
1. Pemberi jasa : Tidak ada larangan pihak - pihak terkait dan tidak ada aturan yang mengatur tentang pembuatan skripsi.
2. Pengguna jasa : Mudah dihubungi dan pemberi jasa selalu memberikan pengarahan konsultasi dengan baik.
3. Dosen : Asal mahasiswa dapat menjelaskan apa yang menjadi tulisan dalam skripsi, dapat dipertanggungjawabkan, maka yang bersangkutan dnyatakn lulus.

c. Setujukah anda dengan pernyataan tiap pihak dalam kasus ? Dapatkah tiap pihak dikatakan bersikap tidak etis ?
Jawab : Setuju atau tidak tergantung dari kacamata dan dari sisi mana dilihat.
1. Kalau dari segi keilmuan,jelas tidak setuju, karena yang terjadi banyak mahasiswa yang plagiat ( menjiplak karya orang lain ).

2. Kalau dari sisi ekonomi, banyak yang menggantungkan hidup dari jasa pembuatan skripsi ini.

d. Masalah etis apa saja yang dapat ditimbulkan oleh adanya jasa konsultasi skripsi ?
Jawab : - Masalah tragedi penelitian, karena adanya jasa konsultasi skripsi.
- Masalah etis buruk pendidikan dan mental bangsa.

e. Haruskah jasa pembimbingan / konsultasi skripsi dilarang? Jelaskan argumen anda dari sudut pandang etika.
Jawab : Ia, karena dari pengamat pendidikan ini memang menyedihkan, serta timbul potret buruk pendidikan dan mental bangsa. Akan tetapi, menurut hukum ekonomi, jangan berpikir masalah etika atau hukum. Etika tidak ada tempatnya dalam dunia bisnis, " what is legal is ethical ", semuanya sah - sah saja. Jadi, menurut pandangan hukum ekonomi ini memang hal yang wajar sehingga mereka tidak perlu gegabah menangani masalah ini.

f. Bagaimana pandangan anda terhadap prinsip etika bisnis " What is legal is ethical " ( asal tidak melanggar hukum yang etis ) ?

Jawab : Perlu ada regulasi dalam bidang pendidikan sebagai jasa pembuatan skripsi menjadi tidak ada dengan cara mengatur kembali tentang pembuatan skripsi.

Michael Jackson " Ben "

Ben, the two of us need look no more
We both found what we were looking for
With a friend to call my own
I'll never be alone
And you, my friend, will see
You've got a friend in me
(you've got a friend in me)

Ben, you're always running here and there
You feel you're not wanted anywhere
If you ever look behind
And don't like what you find
There's one thing you should know
You've got a place to go
(you've got a place to go)

I used to say "I" and "me"
Now it's "us", now it's "we"
I used to say "I" and "me"
Now it's "us", now it's "we"
Ben, most people would turn you away
I don't listen to a word they say
They don't see you as I do
I wish they would try to
I'm sure they'd think again
If they had a friend like Ben
(a friend) Like Ben
(like Ben) Like Ben

One Day In Your Life Michael Jackson

One day in your life
you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you

One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

(Oh-oh-oh-oh-oh...)

You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

(Ohh...)

Rabu, 28 Oktober 2009

Segala Manfaat dari Teh Oolong

Siapa yang tak kenal minuman teh. Ia hadir dalam segala suasana, baik hangat maupun dingin. Seiring waktu, teh pun berkembang dalam beragam varian demi memenuhi selera setiap individu.

Teh punya makna berbeda di tiap negara. Di Inggris, misalnya, yang dikenal dengan istilah afternoon tea dan the tea party yang disajikan di masyarakat sosial tinggi. Di negara - negara Timur Tengah, teh pun menjadi sajian utama dalam acara kumpul bersama. Budaya negeri Tirai Bambu juga menyajikan teh sebagai bagian unsur budayanya sebagai upacara gongfu tea, dan tea pai di rangkaian acara perkawinan sebagai bentuk penghormatan kepada anggota keluarga yang lebih tua. Secara total, ada lebih dari 50 negara di lima benua yang masyarakatnya mengonsumsi teh. Di samping makna simbolisnya, teh pun dipercaya memiliki ragam manfaat bagi kesehatan.

Berdasarkan proses pengolahannya, teh dibagi menjadi tiga, yaitu teh hijau ( green tea ) yang diproses tanpa mengalami fermentasi, teh Oolong ( oolong tea ) yang diproses secara semi fermentasi, dan teh hitam ( black tea ) diproses secara fermentasi penuh.

Dewasa ini, teh oolong pun makin dikenal dan dicari oarang. Jenis teh ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehinnga dapat mencegah radikal bebas yang jadi momok bagi kesehatan dan kecantikan. Hal ini berkat kandungan polifenolnya, yang memiliki daya antioksidan 100 kali lebih besar dari vitamin C.

Dengan kadar antioksidan yang tinggi, memungkinkan untuk secara efektif menurunkan kadar kolesterol LDL dan menekan proses pembekuan darah yang merupakan pemicu serangan jantung dan stroke.

Manfaat optimal teh bagi kesehatan bisa didapatkan jika mengonsumsi teh sekitar 4 cangkir sehari. Di samping itu, tentu saja dibutuhkan teh yang berkualitas. Salah satu karakteristiknya adalah daun teh yang dipetik hanya tiga daun teratas, dipetik tepat pada waktunya, yaitu pada saat tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Pasalnya, kunci utama dari khasiat teh berada pada bioaktif komponen yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang muda dan utuh.

Teh oolong ini menghasilkan citarasa dan aroma yang khas, harum dan menyegarkan. Sesaat setelah meneguknya, akan terdapat rasa manis yang tertinggal di tenggorokan.

Bahasa " Menunjukkan Bangsa "

Bahasa menunjukkan bangsa. Demikian bunyi sebuah peribahasa. Menurut wikiquote, peribahasa itu memiliki kurang lebih dari tiga makna, yakni pertama, tabiat seseorang dapat dilihat dari cara bertutur kata mereka. Kedua, kesopansantunan seseorang menunjukkan asal keluarganya, dan ketiga bahwa bahasa yang sempurna menunjukkan peradaban yang tinggi dari bangsa pemilik bahasa tersebut.

Sebagai mahasiswa, kita tentu saja juga harus bisa mengambil manfaat dari peribahasa tersebut. Alasannya, sering kita mendengar kata - kata atau bahasa yang disampaikan kaum mahasiswa dan anak muda kita masuk dalam kategori bahasa kasar, baik menurut aturan bahasa daerah maupun bahasa indonesia. Di dalam angkutan kota, di jalan, bahkan di lingkungan kampus, sering kali bahasa yang dituturkan para mahasiswa tidak mencerminkan keberadaan kita sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari kaum intelektual.

Entahlah, apakah ini menyangkut pendidikan budi pekerti yang terlanjur ditinggalkan. Faktor pengajaran bahasa ( terutama daerah ) yang tidak dapat diterapkan dengan baik atau pengaruh lingkungan yang sering kali tidak bisa ditangkal oleh penanaman nilai - nilai dalam keluarga. Akan tetapi, kita memang sangat prihatin dengan cara atau gaya berbahasa kalangan mahasiswa kita.

Memang, saat ini ada istilah bahasa gaul. Sering kali remaja atau mahasiswa tidak merasa percaya diri kalau tidak juga berkomunikasi dengan bahasa gaul itu. Padahal, tetap saja seharusnya bahasa gaul juga memiliki aturan - aturan kebahasaan yang dikaitkan dengan sopan santun.

Sebagai mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir, tentu kita tidak mau dong termasuk orang yang " asbun " alias " asal bunyi " dalam bicara. Nah karena itu, sebaiknya kita meninjau kembali apakah " bahasa gaul " yang setiap hari kita gunakan itu sudah sesuai tidak konteksnya dengan nilai- nilai kesopanan dan moral.

Bahasa yang digunakan seseorang mencerminkan pribadinya. Silakan saja menggunakan " bahasa gaul " sebagai cerminan bahwa kita memang remaja yang senang bergaul. Namun hati - hati, jangan karena kita merasa bangga jadi " anak gaul " tetapi " bahasa gaul " yang kita gunakan tidak tepat konteksnya atau bertentangan dengan nilai - nilai kesopanan dan moral.

Rabu, 21 Oktober 2009

kepribadian dan emosi

Kepribadian adalah keseluruhan total cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan yang lain. Apakah kepribadian itu berasal dari keturunan atau lingkungan, sampai saat ini belum ada jawaban yang sederhana. Selain itu, dewasa ini kita mengenal faktor penentu lain yaitu situasi. Berkiut ini sedikit penjelasan mengenai ketiga faktor penentu diatas :

  1. Keturunan

Karakteristik seperti ukuran fisik, wajah yang menarik, jenis kelamin, temperamen, komposisi dan refleksi otot, level energi, dan ritme biologis umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau substansial, dipengaruhi oleh orang tua. Ada 3 arus riset yang berbeda mengenai kredibilitas pendekatan keturunan ini, yaitu (1) melihat pada tiang penyanggah genetik dari perilaku dan temperamen manusia di kalangan anak-anak kecil, (2) mengemukakan studi mengenai anak kembar yang dipisahkan sejak lahir, dan (3) memeriksa konsistensi dalam kepuasan jabatan sepanjang waktu dan sepanjang situasi.

Studi terbaru terhadap anak kecil menunjukkan bukti bahwa ciri-ciri seperti rasa malu, takut, dan sedih mungkin sekali diwariskan secara genetis. Pada anak kembar juga ditemui beberapa persamaan. Sedangkan kepuasan individu ternyata stabil sepanjang waktu. Namun tetap saja, kepribadian bukan hanya dietntukan oleh keturunan.

  1. Lingkungan

Faktor lingkungan memberi pengaruh yang kuat bagi kepribadian, seperti budaya dimana kita dibesarkan, kondisi awal kita, norma ditengah keluarga, teman, kelompok sosial, dls. Contohnya saja budaya, yang membangun norma-norma, sikap, dan nilai yang diteruskan dari satu generasi ke generasi lainnya dan akan sulit sekali diubah. Baik lingkungan maupun keturunan sama berpengaruhnya bagi kepribadian. Keturunan menciptakan parameter/batas luar, tetapi potensi sebenarnya seorang individu akan ditentukan oleh seberapa baiknya dia menyesuaikan diri dengan lingkungan.

  1. Situasi

Situasi mempengaruhi efek dari keturunan dan lingkungan terhadap kepribadian. Kepribadian, walaupun umumnya stabil dan konsisten, bisa berubah dalam situasi yang berbeda-beda. Contohnya saat berada dikantor, kepribadian yang tidak baik akan ditahan.

Ciri-ciri kepribadian

Semakin konsisten karakteristik individu dan semakin sering terjadi dalam berbagai situasi, maka semakin penting ciri-ciri itu untuk menggambarkan individu.

Pencarian awal atas ciri-ciri primer : Ada 16 ciri-ciri yang dianggap sebagai sumber perilaku yang konstan dan mantap yaitu : pendiam – ramah, kurang cerdas – lebih cerdas, dipengaruhi oleh perasaan – stabil secara emosional, penurut – dominan, serius – tak kenal susah, bijaksana – berhati-hati, malu-malu – suka bertualang, keras – sensitif, percaya – curiga, praktis – imaginatif, jujur – lihai, yakin – ragu-ragu, konservatif, suka bereksperimen, tergantung kelompok – mandiri, tak terkendali – terkendali, santai – tegang.

The Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) : adalah salah satu kerangka kerja kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan kepada orang bagaimana mereka biasanya bertindak atau merasa dalam situasi tertentu. Individu pada akhirnya akan diklasifikasikan sebagai ekstrovet (E) dan intovert (I), sensing (S) atau intuitif (N), berpikir (T) atau merasa (F), dan memahami (P) atau menilai (J). Hasilnya nanti akan dirangkai seperti misalnya INTJ dalah kaum visioner, ESTJ adalah pengorganisasi, ENTP adalah pengagas, dllnya.

Model lima besar : adalah 5 dimensi dasar hasil riset terbaru yang melandasi semua ciri dan meliputi sebagian besar variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia, yaitu :

- Ekstraversi : mencakup tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Orang yang ekstravert akan cenderung suka berkelompok, tegas, dan mampu bersosialisasi. Kaum introvert cenderung pendiam, malu-malu, dan tenang.

- Kemampuan untuk bersepakat : merujuk pada kecennderungan untuk tunduk pada orang lain. Orang yang skornya tinggi akan kooperatif, hangat, dan percaya. Sedangkan yang rendah akan dingin, tidak mampu bersepakat, dan antagonistik.

- Sifat mendengarkan suara hati : merupakan ukuran dari keandalan. Orang yang peka terhadap suara hati akan bertanggung jawab, terorganisir, dapat dipercaya, dan gigih. Sedangkan yang sebaliknya akan mudah bingung, tidak terorganisir, dan tidak handal.

- Stabilitas emosional : merujuk pada kemampuan untuk bertahan terhadap stress. Orang yang skornya tinggi akan cenderung tenang, percaya diri, dan aman. Yang sebalinya akan cenderung gelisah, cemas, gugup, tertekan, dan tidak aman.

- Keterbukaan terhadap pengalaman : merujuk pada kisaran minat individual dan kekaguman terhadap hal baru. Orang yang terbuka akan kreatif, ingin tahu, dan sensitif secara artistik. Sedangkan yang sebaliknya akan konvensional dan menemukan kenyamanan dalam keakraban.

Penelitian atas kredibilitas Lima Besar ini menghasilkan sejumlah besar bukti bahwa individu yang dapat dipercaya, andal, hati-hati, teliti, mampu membuat rencana, terorganisasi, kerja keras, gigih, dan berorientasi pada prestasi cenderung memilki jabatan yang lebih tinggi dalam sebagian besar atau semua kedudukan.

Atribut kepribadian utama yang mempengaruhi perilaku organisasi

Beberapa atribut kepribadian yang dapat menjelaskan dan meramal perilaku karyawan :

  1. Lokus kendali : Ada 2 tipe orang disini, yaitu (1) orang yang yakin bahwa mereka adalah pion dari nasib mereka sendiri, dan (2) orang yang melihat hidup mereka sebagai dikendalikan oleh kekuatan luar (eksternal).

Sejumlah besar riset membuktikan bahwa individu yang lokus kendalinya eksternal kurang puas dengan jabatan, memiliki tingkat kemangkiran yang tinggi, lebih teraliensi dari pengaturan kerja, dan kurang terlibat pada jabatannya. Hal ini mungkin disebabkan oleh pandangan mereka bahwa output dari organisasi bukanlah berasal dari tindakan mereka. Sedangkan orang internal menganggap semua output adalah hasil dari tindakan mereka, sehingga jika kondisinya tidak memuaskan mereka lebih mungkin akan keluar dari pekerjaan. Namun bukti keseluruhan menunjukkan orang internal umumnya berkinerja lebih baik, lebih aktif mencari informasi, lebih termotivasi, dan berusaha lebih untuk mengendalikan lingkungannya.

  1. Machivelianisme : orang yang machiavelianismenya tinggi akan cenderung pragmatis, menjaga jarak emosional, dan yakin bahwa tujuan dapat menghalalkan cara. Riset menunjukkan bahwa orang dengan Mach tinggi cenderung akan melakukan manipulasi, lebih banayk menang, dan kurang bisa dibujuk. Orang dengan Mach yang tinggi akan tumbuh subur bila mereka berinteraksi langsung/tatap muka dengan orang lain, terjadi situasi dengan kaidah dan aturannya yang minimal, sehingga memungkinkan terciptanya ruang untuk berimprovisasi, dan bila keterlibatan emosional pada rincian-rincian yang tidak relevan berhasil mengacaukan orang dengan Mach yang rendah.

Apakah orang dengan Mach yang tinggi bisa menjadi karyawan yang baik, hasilnya tergantung pada jenis pekerjaannya dan apakah implikasi etis perlu dipertimbangkan dalam evaluasi kerja.

  1. Harga diri : yaitu sejauh mana seseorang memiliki rasa suka atau tidak suka terhadap dirinya sendiri. Orang dengan SE (self esteem) tinggi yakin bahwa mereka memiliki kemampuan yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam pekerjaan. Namun mereka memiliki resiko lebih besar dalam seleksi pekerjaan dan lebih mungkin untuk memilih pekerjaan yang tidak konvensional. Sebaliknya, orang dengan SE rendah lebih rentan terhadap pengaruh luar, bergantung pada penerimaan evaluasi positif dari orang lain, memperhatikan bagaimana menyenangkan orang lain, dan lebih suka berkompromi dengan perilaku dan keyakinan dari orang yang mereka hargai. Namun orang dengan SE tinggi lebih puas dengan pekerjaan mereka.
  2. Pemantauan diri : merujuk pada kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal. Orang yang pemantauan diri tinggi sangat peka terhadap isyarat eksternal, mampu menyajikan kontradiksi mencolok antara personal publik dengan diri pribadi mereka, memberi perhatian lebih dekat pada perilaku orang lain, dan lebih mampu menyesuaikan diri. Orang yang pemantauan dirinya rendah adalah sebaliknya.
  3. Mengambil resiko : kecenderungan untuk mengambil atau menghindari resiko akan berdampak pada berapa lama waktu yang diperlukan seorang manager untuk mengambil keputusan dan berapa banayk informasi yang mereka butuhkan sebelum menentukan pilihan. Meskipun pekerjaan mereka pasti menerjang resiko, namun perbedaan individual akan tetap ada. Perbedaan ini perlu dipertimbangkan dan disesuikan dengan permintaan-permintaan pekerjaan tertentu. Misalnya jabatan akunting akan lebih baik jika diisi oleh orang yang kecenderungan mengambil resikonya rendah. Namun hal yang sebaliknya berlaku bagi pedagang saham.
  4. Kepribadian tipe A dan B : adalah orang yang secara agresif terlibat dalam pergumulan yang kronis dan tanpa henti untuk mencapai lebih banayak dalam waktu lebih sedikit, dan jika perlu, melawan orang-orang/upaya-upaya lain yang menentang. Ciri-ciri mereka adalah : selalu bergerak, berjalan, dan makan dengan cepat, merasa tidak sabar dengan tingkatan dari kebanyakan peristiwa yang ada, berusaha keras untuk berpikir atau melakukan dua atau lebih hal sekaligus, tidak dapat menghadapi waktu luang, dan terobsesi penuh dengan jumlah (mengukur sukses dari seberapa banyak yang dapat mereka peroleh).

Sedangkan kepribadian tipe B adalah kebalikannya, dengan ciri-ciri : tak pernah mengalami keterdesakan waktu atau ketidaksabaran, merasa tidak perlu memamerkan atau membahas apa yang mereka capai, bermain untuk mendapatkan kegembiraan dan relaksasi, bukannya untuk memperlihatkan superioritas, dan dapat santai tanpa rasa bersalah.

Tipe A memiliki tingkat stres yang lebih tinggi, terus menerus memasukkan diri dalam tekanan, dan menciptakan tenggat waktu untuk diri sendiri. Mereka adalah pekerja yang cepat karena lebih menekankan pada kuantitas, menunjukkan persaingan dengan bekerja berjam-jam, tidak jarang mengambil keputusan yang salah karena terlalu tergesa-gesa, kurang kreatif, mengandalkan pengalaman masa lampau, jarang berubah, dan lebih mudah diramalkan perilakunya. Perilaku tipe A diatas cukup menunjukkan bahwa orang dengan tipe B akan lebih berhasil.

Kepribadian dan budaya nasional

Tidak ada tipe kepribadian umum untuk satu negara tertentu. Namun budaya suatu negara mempengaruhi karakteristik yang dominan dari penduduknya, Ini dapat dilihat dengan memperhatikan lokus kendali dan kepribadian tipe A. Misalnya saja, dalam budaya seperti Amerika Utara, orang percaya bahwa mereka dapat mendominasi lingkungan mereka, sebaliknya dengan orang-orang di Timur Tengah. Hal ini menyebabkan proporsi orang-orang internal dalam angkatan kerja Amerika lebih besar daripada angkatan kerja Arab saudi dan Iran.

Sedangkan kepribadian tipe A akan paling banyak di negara-negara kapitalis, misalnya Amerika dan Kanada, dimana prestasi dan keberhasilan material sangat dihargai. Sementara dinegara seperti Swedia dan Prancis tidak.

Mencapai kecocokan kepribadian

Kecocokan orang dengan pekerjaan : mencocokkan enam tipe kepribadian dan mengemukakan bahwa kecocokkan antara tipe kepribadian dan lingkungan kedudukan menentukan kepuasan dan keluar masuknya karyawan. Teori ini dikemukakan oleh John Holland, tipe-tipenya antara lain :

- Realistis : menyukai kegiatan fisik yang menuntut ketrampilan, kekuatan, dan koordinasi. Karakternya adalah pemalu, tahan, stabil, mudah menyesuaikan diri, dan praktis.

- Investigatif : menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran, pengorganisasian, dan pemahaman. Karakternya adalah analitis, asli, ingin tahu, dan independen.

- Sosial : menyukai kegiatan yang mencakup membantu dan mengembangkan yang lain. Karakternya adalah mampu bergaul, bersahabat, kooperatif, dan memahami.

- Konvensional : menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan, jelas, dan tidak bersifat mendua. Karakternya adalah mudahmenyesuaikan diri, efisien, praktis, tidak imaginatif, tidak luwes.

- Enterprising : menyukai kegiatan verbal dimana ada peluang untuk mempengaruhi yang lai dan mendapatkan kekuasaan. Karakternya adalah percaya diri, ambisi, energetik, dan mendominasi.

- Artistik : menyukai kegiatan yang bersifat mendua dan tidak sistematik, yang memungkinkan ekspresi yang kreatif. Karakternya adalah imaginatif, tidak teratur, idealistis, emosional, dan tidak praktis.

Teori ini mengatakan bahwa kepuasan paling tinggi berarti keluar masuknya karyawan paling rendah bila kepribadian dan kedudukan/jenis pekerjaannya sesuai.

Kecocokan organisasi-orang : yaitu bahwa orang meninggalkan pekerjaan yang tidak cocok dengan kepribadiannya.

Emosi

Sebuah organisasi yang berjalan baik adalah organisasi yang berhasil meniadakan frustasi, takut, marah, benci, marah, gembira, dls. Emosi-emosi tersebut adalah antithesis dari rasionalitas. Beberapa emosi, terutama bila ditampilkan pada saat yang salah, dapat mengurangi kinerja karyawan. Namun realitasnya tetap saja bahwa karyawan membawa serta satu komponen emosi bersama mereka ke tempat kerjanya dan tidak ada studi yang komprehensif tanpa mempertimbangkan peran dari emosi ditempat kerja.

Berkaitan dengan emosi, ada 3 hal yang terjalin erat satu sama lain, yaitu pengaruh (affect), emosi, dan suasana hati (mood). Pengaruh meliputi kisaran luas perasaan yang dialami orang, merupakan satu konsep yang meliputi baik emosi maupun suasana hati. Akhirnya, suasana hati adalah perasaan yang cenderung menjadi kirang intens dibandingkan emosi, dan yang kekurangan stimulus kontekstual.

Emosi adalah reaksi terhadap suatu objek, bukan suatu sifat. Sedangkan suasana hati tidak dikaitkan dengan suatu objek. Emosi dapat berubah menjadi suasana hati bila kita kehilangan fokus pada objek yang kontekstual.

Berkaitan dengan perilaku organisasi, satu istilah yang terkait adalah tenaga kerja emosional, yang terjadi apabila karyawan mengekspresikan secara organisasional emosi yang diinginkannya selama transaksi antar pribadi. Dulunya konsep ini dikembangkan berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan jasa, namun dewasa ini konsep tersebut telah menjadi relevan dengan hampir setiap pekerjaan. Dalam tuntutannya, karyawan perlu membedakan antara emosi yang dirasakan dengan emosi yang ditunjukkan agar tidak terjadi dilema.

Dimensi emosi

Emosi ada beberapa jenis berdasarkan :

  1. Varietas : riset mengidentifikasikan enam emosi yang universal, yaitu kemarahan, ketakutan, kesedihan, kegembiraan, kejijikan, dan kejutan. Enam emosi ini dapat dikonseptualisasikan sebagai terus ada sepanjang satu kontinuum, dimana semakin dekat jarak dua emosi apapun pada kontinuum tersebut akan semakin membingungkan orang. Contohnya adalah kebahagiaan dan kejutan sering dikacaukan, sementara kebahagiaan dan kemuakan jarang sekali.
  2. Intensitas : ekspresi yang berbeda dari intensitas emosi yang sama bisa disebabkan dari kepribadian ataupun tuntutan ditempat kerja. Ada orang yang terkendali, tidak pernah memperlihatkan rasa marah, namun ada pula yang sebaliknya. Tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan pekerjaan. Presenter misalnya, harus menunjukkan intensitas emosi yang sesuai dengan acara yang dibawakannya.
  3. Frekuensi dan durasi : frekuensi dan durasi yang diperlukan untuk tenaga kerja emosional juga harus disesuaikan dengan kemampuan frekuensi dan durasi yang dimiliki karyawan.

Jenis kelamin dan emosi

Bukti menunjukkan bahwa perbedaan antara pria dan wanita dalam hal emosi adalah bila menyangkut reaksi emosional dan kemampuan untuk membaca orang lain. Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang lebih besar daripada pria, mengalami emosi secara lebih hebat, lebih nyaman dalammengungkapkan emosi, lebih baik dalam membaca petunjuk-petunjuk non-verbal dan paralinguistik, dan lebih sering menampilkan ekspresi dari emosi yang positif maupun negatif, kecuali kemarahan.

Batasan-batasan eksternal terhadap emosi

Batasan-batasan eksternal ada 2, yaitu :

- Pengaruh organisasional, menyesuaikan dengan perangkat emosional yang dicari organisasi.

- Pengaruh budaya, menyesuaikan dengan norma-norma budaya di negara setempat.

;;